Showing posts with label Camilan. Show all posts
Showing posts with label Camilan. Show all posts

Friday, June 12, 2015

Puding Roti Kismis Keju, Hangat atau Dingin It's OK !! ^_^

Bismillahhirrahmanirrahhiim.. Assalamua'alaikum ^_^



Beberapa hari sebelumnya saya membeli roti tawar, rencananya pingin nyoba buat french toast (roti panggang ala Perancis gitu hihi..) buat sarapan, tapi selalu tertunda karena ada makanan lain, karena tidak sempat atau simple aja, karena malas ^_^. Akhirnya roti tawar yang saya belipun lambat laun mengeras dan saya rasa sudah tidak oke lagi untuk dijadikan french toast, jadi yah harus diubah jadi makanan lain dan saya memilih membuat puding roti saja. Padahal french toast sebenarnya lebih mudah dibuat dan memerlukan bahan yang jauh lebih sedikit. Bagi yang belum tau, french toast sebenarnya mirip roti bakar biasa (cuma namanya aja yang rada keren). Bedanya, kalau roti bakar dioles mentega/margarin sebelum dipanggang, untuk french toast rotinya dicelupin ke adonan susu campur telur baru kemudian dipanggang.

Oke back to resep puding roti (atau ada juga yang menyebutnya bingka roti) yang saya mau share hari ini. Puding roti adalah salah satu kudapan yang gampang banget dibuat, mau dipanggang atau dikukus juga oke. Jenis roti yang digunakan tidak harus roti tawar, tapi bunda bisa menggunakan roti yang memiliki isian, don't worry ya karena isian dari roti akan menambah cita rasa. Biasanya puding roti dengan roti tawar hanya ditambahkan keju, kismis, kacang kacangan atau chococips, jika ada yang menggunakan selai biasanya ditambahkan ketika sudah matang dan akan disajikan. Untuk taburannya, saya memakai kismis (karena bahan ini selalu ready dikulkas saya) dan keju cheddar parut, tapi anda tidak harus memakainya juga, silahkan bebas berkreasi sesuai selera ya.



Dalam membuat puding roti, pastikan semua roti terendam oleh adonan perendam (tapi tidak banjir ya), untuk bagian atas boleh tidak terendam tapi pastikan rotinya basah (dengan adonan perendamnya). Ini penting sekali terutama jika anda ingin membuat puding roti dengan cara dipanggang karena roti yang tidak terkena cairan akan jadi kering saat dipanggang. Oleh karena itu jumlah adonan perendam harus agak banyak. Adonan perendamnya bisa menggunakan santan atau susu cair seperti yang saya gunakan. Untuk mencetak pudingnya gunakan saja apa yang anda punya yang penting tahan panas. Jika anda akan kedatangan tamu, kenapa tidak menghidangkan puding roti ini dalam cangkir (agak tebal) yang anda punya di rumah (seperti dalam resep asli referensi saya yang bisa anda klik disini http://goo.gl/Q8CDns), pasti tamunya surprise deh hehehe... Puding ini bisa disajika kala hangat atau dingin ya, mmm... sama-sama nikmatnya. Jika anda tidak sabar mencoba, berikut resepnya..

Bahan :

  • 10-12 lembar roti tawar berkulit
  • 125 gr gula pasir
  • 1/4 sdt garam
  • 500 ml santan sedang dari 1/2 butir kelapa parut, rebus,biarkan hangat (saya pakai susu cair)
  • 2 butir telur
  • 1/2 sdt vanili bubuk (saya skip)
  • 100 gr keju cheddar diparut
  • 50 gr kismis 


Cara membuat :


  1. Potong potong roti tawar menjadi bagian kecil kecil. Sisihkan. Siapkan 2 bh cangkir teh
    volume 200 ml, olesi margarin. Siapkan juga loyang tulban diameter 16 cm, alasi kertas roti dan olesi margarin/minyak goreng (saya hanya menggunakan pinggan tahan panas dan mangkok aluminium). 
  2. Dalam sebuah wadah besar campur jadi satu gula pasir dan garam, tuangi santan hangat sambil diaduk sampai rata. Tambahkan telur danvanili bubuk, aduk rata. 
  3. Masukkan sebagian roti tawar ke dalam cetakan (cangkir/mug/loyang), taburi dengan sebagian keju. Masukkan lagi sisa roti dan taburi keju. Tuangi dengan larutan santan dan biarkan selama 10 menit supaya roti menyerap santan.

  4. Panaskan kukusan sampai mendidih airnya.
  5. Taburkan kismis di atas adonan. Masukkan dalam kukusan dan kukus selama 20-25 menit dengan api sedang.
  6. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan sajikan hangat/dingin. Jika suka dingin masukkan dalam kulkas supaya padat. Setelah padat, keluarkan dari loyang, potong dan sajikan hangat or dingin.



Catatan:
Ketika dikukus atau dipanggang, puding akan mengembang tinggi tapi akan kempis kembali setelah dikeluarkan dari kukusan atau oven.

Selamat mencoba dan happy baking ^_^..

Wednesday, June 10, 2015

Serabi Pandan Kuah Kinca

Bismillahhirrhmanirrohim.. Assalamu'alaikum ^_^



Kue serabi merupakan salah satu kuliner yang sepertinya bisa kita jumpai diberbagai daerah, tentu dengan variasi masing-masing. Ada yang lebar dan tipis dengan pinggiran kering, ada yang tebal dengan dihiasi berbagai macam topping, ada yang kecil-kecil dan disantap dengan parutan kelapa dan gula merah kental, dan ada juga serabi yang disajikan dengan kuah kinca, seperti yang akan saya share resepnya berikut ini. Jika harus memilih, saya pribadi akan memilih serabi dengan parutan kelapa dan gula merah. Sayangnya saya hanya memiliki cetakan serabi dengan ukuran besar. Jadi daripada cetakan serabi tidak diberdayakan, akhirnya saya browsing untuk mencari resep serabi berkuah (saya kurang suka dengan serabi bertoping atau yang berpinggiran garing itu hihihi..).

Ada beberapa referensi resep serabi kuah kinca yang saya dapat, saya sempat bingung juga mau pake yang mana. Perbedaan yang paling dominan adalah diperpaduan tepungnya. Biasanya untuk membuat serabi, tepung yang digunakan adalah tepung beras yang dipadu dengan tepung terigu, maizena atau tepung sagu. Sedangkan sebagai cairannya, ada yang menggunakan santan, susu cair atau air biasa. Akhirnya pilihan saya jatuh pada resep yang menggunakan perpaduan tepung beras dan tepung terigu, sedangkan cairannya yang menggunakan santan. Untuk bahan pengembangnya, serabi pada umumnya menggunakan ragi atau baking powder atau paduan keduanya. Bunda bisa pilih salah satunya bila suka, saya sendiri lebih suka ragi ditambah dengan sedikit baking powder ^_^. Kali ini saya menggunakan pasta pandan sebagai pewarna (karena saya memang saya sangat menyukai warna hijau kalau masalah makanan), masalah ini saya kembalikan ke selera masing-masing.

Resep serabi yang satu ini (lihat resep aslinya disni http://goo.gl/suGxUE) merupakan salah satu resep favorit saya dan keluarga. Hasil serabinya sempurna dan lembut, plus dipadukan dengan kuah kincanya yang masih hangat. Tambahkan nangka dalam kuahnya, dan serabi kuah kinca anda akan semakin perfect. Resep serabi ini recomended banget untuk dijadikan salah satu menu buka puasa, dan dijamin keluarga pasti suka ^_^. Tertarik mencoba? berikut resepnya ya..


Bahan  Serabi :

  • 150 gr tepung terigu
  • 125 gr tepung beras
  • 1 btr telur
  • 550 ml santan
  • 1/2 sdt garam
  • 1sdt ferman
  • Pewarna hijau (jika suka)
  • 1/2 sdt baking powder
  • 3 sdm minyak goreng


Bahan Kuah :

  • 600ml santan
  • 75 gr gula merah
  • 75 gr gula putih
  • 2 lbr daun pandan
  • 1/2 sdt garam


Cara Membuat :

  1. Campur bahan serabi jadi satu kecuali garam dan minyak goreng.
  2. Istirahatkan 15 mnt.
  3. Masukkan garam dan minyak goreng.
  4. Masak di wajan/ cetakan serabi sampai bolong-bolong baru tutup. Masak sampai matang.
  5. Untuk Kuah : Masak semua bahan jadi satu. Kalau ingin kuah agak kental tambahkan larutan maizena sedikit (saya lebih suka kuah yang cair). Tambahkan potongan nangka jika ada.


Catatan:
Jangan terlalu lama mengistirahatkan adonan karena lubang-lubang pada serabi akan terlalu banyak ketika dibakar sehingga hasilnya kurang cantik

Maaf ya fotonya cuman atu hihihi.., yang penting enak kan?? Oke, selamat mencoba, semoga sukses dan happy baking ^_^

Tuesday, May 26, 2015

Kue Bola-bola Coklat

Saya orangnya berperawakan kurus dari dulu, hanya waktu kuliah di Malang saya bisa naik sampai 9kg. Badan memang melar waktu itu terutama bagian pinggul, tapi tangan tetap kurus (kebayangkan?), makanya saya dibilang gemuk tapi tidak proporsional :D. Dan saya pontang panting mengurangi makan dan olahraga (walaupun alakadarnya hihihi..) untuk menguruskan badan. Tapi begitu saya pulang ke kampung halaman, 9kg tadi lenyap dalam sebulan, saya juga nggak tau kenapa bisa begitu, padahal saya tidak banyak kegiatan waktu itu. Mungkin karena pikiran yang stres hehehe.. Tapi meskipun sekarang sudah sekurus waktu SMA, makan banyak plus ngemil pun masih tetap kurus. Yah mau bagaimana lagi, disyukuri saja, sepertinya saya sudah ditakdirkan seperti ini (mungkin kalau sudah punya momongan kali ya baru bisa gemuk).

Berawal dari kesukaan saya ngemil inilah (plus suami yang doyan makan dan cepat bosan dengan makanan yang itu itu melulu), saya lantas sering mencoba-coba resep baru. Pertama-tama sih nyobain buat makanan, dan akhirnya lama-lama bikin kue buat ngemil. Kedua saudara saya termasuk Babe, juga sangat suka ngemil (jadi kayaknya memang keturunan ya ^_^). Saya dan saudara-saudara saya sering mengistilahkan "tidak ada kehidupan" jika tidak ada camilan dirumah hehehe..



Monday, May 18, 2015

Giant Cookies

Saya sudah lama..... banget nggak bikin namanya cookies. Biasanya setiap lebaran pasti salah satu kue andalan adalah cookies. Tapi seperti biasa, saya dan adik saya Ira senang bereksperimen dengan sesuatu yang beda. Karna setiap kunjungan silaturrahmi ke rumah keluarga dan teman, rata-rata menyajikan jenis kue kering yang sama (walaupun beda bentuk tapi kebanyakan rasanya sama), jadi dirumah kita membuat kue kering yang sama sekali berbeda dan diusahakan tiap tahunnya berbeda dari tahun sebelumnya. Meskipun begitu, dalam daftar kami, cookies jarang sekali ada. Bukan karena nggak suka tapi karena kami lebih banyak menemukan resep kue kering daripada cookies. Well karena sudah menemukan resep ini, bisa dipastikan lebaran tahun ini, cookies ini akan mengisi salah satu toples kue kami ^_^.

Pada dasarnya resep cookies ini mirip dengan resep cookies yang saya pakai dulu, bahkan penggunaan sereal coklatnya pun juga sama. Tapi resep cookies yang biasa saya pakai sudah hilang entah kemana, dan itulah salah satu alasan juga kenapa kami jarang membuat cookies :D. Begitu nemu resep ini, kerinduan membuat cookies jadi muncul (halah lebay hehehe..), dikepala langsung mengingat bahan apa saja yang sudah ready dan ternyata sepertinya saya ditakdirkan untuk membuat cookies karena semua bahan ada kecuali sereal coklatnya. Yah sekalian ngabisin chocochips yang sudah lama tidak diberdayakan :D.

Sunday, May 17, 2015

Onde Onde Tertawa

Saya suka banget dengan camilan yang satu ini, pertama kali nyoba pas kuliah di Malang. Satu mika kecil harganya cuma seribu doang jadi tiap hari deh belinya, plus warung yang jual juga sejalur dengan rute kos-kampus, jadi tambah sering deh hehehe... Dulu sih nggak kepikiran bikin-bikin kue, tapi dengan seiring waktu yang berjalan akhirnya pikiran jadi berubah :). Setelah balik ke kampung halaman jarang nemu lagi camilan ini, sampai suatu hari Mamak bawa pulang onde onde tertawa dari acara arisan dirumah budeku. Karena rasanya enak (meskipun agak beda dengan yang di Malang), saya langsung aja minta resep dan langsung nyoba. Tapi pemirsah (hehe..) ternyata onde-ondenya nggak bisa ngakak, walaupun kita udah belah manual, hadeh... apa salah dibahan ya? atau ada bahan yang kurang? tak taulah. Setelah itu jadi agak was was juga buat nyoba.

Setelah saya menikah dan mulai doyan masak dan baking-baking, akhirnya saya memberanikan diri untuk googling resep onde-onde tertawa. Ternyata resepnya bervariasi, dari bahan sampai tekniknya. Karena saya suka yang simple maka saya pilih aja yang paling gampang dan pilihan pun jatuh di resep onde-onde tertawa punyanya web Sajian Sedap. Dari resep asli tidak banyak yang saya rubah, hanya soda kue dan baking powder saya ganti dengan baking powder double acting. Penggunaan air gulanya saya sesuaikan dengan kekalisan adonan, jadi saya nggak ngukur berapa penggunaan air gulanya, tapi ukuran gula dan air (untuk membuat air gulanya) tetap sesuai resep.



Saturday, May 16, 2015

Oreo Goreng versi II

Jika bunda mencari resep oreo goreng di mbah Google, maka yang akan muncul adalah resep yang kurang lebih seperti yang akan saya share kali ini. Tapi resep yang seperti ini bagi saya sih versi II, karena waktu pertama saya mencoba oreo goreng, saya menggunakan adonan lain (adonan sus/choux pastry) sebagai adonan pembungkusnya dan saya menyebutnya versi I hehehe.. Kalau boleh dibandingkan, saya lebih suka yang versi I. Kelebihan versi pertama adalah lebih rapi dan nggak belepotan, nggak pake baking powder, nggak pake susu (jadi lebih irit), ketebalan bisa disesuaikan, mudah dibentuk dan nggak berminyak (tapi jika diinapkan, akan berminyak ya). Well tapi itu tergantung selera masing-masing sih.. ^_^.
Waktu pertama kali tahu resep oreo goreng ini, saya bisa membayangkan bagaimana proses dan hasilnya, itu sebabnya saya mengganti adonan kulitnya dengan adonan sus. Meskipun demikian, saya tetap penasaran juga untuk nyoba (maklum sudah bawaan hehe..). Dan saya hanya mencobanya sekali itu saja, karena saya lebih suka yang versi I. Jika bunda ingin melihat resep aslinya, bisa klik di >>https://goo.gl/iPR4LJ<< ya. Resep yang asli menggunakan ukuran cup ya, tapi diresep berikut ini takarannya sudah saya konversi, silahkan dicoba ^_^..

Monday, May 11, 2015

Scone Kismis and Chocochips

Mungkin sebagian sudah pernah dengar kue Scone ini, atau ada yang baru dengar? hehe.. jangan khawatir bunda, saya juga baru tau yang namanya Scone. Scone merupakan perpaduan antara biscuit dan roti (bread). Karena proses pembuatannya yang mudah dan cepat, Scone juga sering disebut quick bread. Scone khususnya populer di US, Inggris, Kanada, Australia, New Zealand dan Irlandia. Meskipun ada embel-embel kata breadnya, tapi Scone tidaklah menggunakan tepung protein tinggi dan ragi. Scone menggunakan baking powder sebagai bahan pengembangnya. Jadi jika bunda ingin mempraktekkan untuk membuat kue ini, pastikan baking powder yang bunda gunakan masih fresh (tanggal kadaluarsanya masih lama).
Scone Kismis and Chocochips

waktu saya membuat kue ini kemarin, kebetulan ada kismis dan chocochips, maka jadilah Scone kismis dan chocochips. Selain kismis dan chocochips, bunda bisa menggantinya dengan buah kering, sukade, kacang-kacangan atau potongan coklat blok (dcc). Kue ini bertekstur remah dan lembut. Untuk menghasilkan Scone dengan tekstur yang tepat maka kuncinya adalah diproses mencampur adonan. Beberapa point paling pentingnya antara lain :

Sunday, May 10, 2015

Kue Khamir

Saya seneng banget kalau salah satu kue saya jadi favorit baik oleh keluarga maupun teman, dan kue Khamir ini adalah salah satunya. Kue ini mudah dibuat, bahannya gampang dan rasanya tetep yummy meskipun adonannya diinapkan sampai 2 malam. Sesuai dengan namanya kue ini memang berasal dari Arab, tapi menjadi makanan khas daerah Pemalang. Bahan dasar utama dalam pembuatannya adalah tape singkong yang sangat mudah kita temui dimana-mana. Rasanya mirip dengan pancake ya, tapi ada sedikit rasa tape singkong. Paling nikmat kue ini disantap selagi hangat sambil ditemani secangkir teh atau kopi, hadeh... perfecto :) deh pokoknya.

Dalam proses pembuatannya, adonan perlu ditepuk-tepuk (dengan tangan) agar udaranya yang terperangkap bisa keluar. Adonan biasanya diinapkan semalaman agar menjadi lebih lembut, tapi kami pernah membiarkan sisa adonan diinapkan semalam lagi (jadi 2 malam), dan hasilnya tambah lembut. So jangan khawatir jika bunda buatnya kebanyakan dan adonan bersisa, tutup saja dengan plastic wrap, lap bersih atau tutup apapun dan simpan sisa adonan dalam kulkas untuk dicetak lagi keesokan harinya. Karena adonan perlu diinapkan semalaman, maka biasanya adonan disiapkan pada malam harinya, dan pagi-pagi nggak perlu terlalu repot buat nyiapin sarapan untuk keluarga. Resepnya saya contek dari foodblog andalan saya, dan bunda bisa cek resep aslinya disini >>http://goo.gl/obFOTr<<. Resepnya sama, saya hanya skip penggunaan pisang, jika suka silahkan ditambahkan ya. Yuk kita mulai buat kue khamir ^_^

Saturday, May 9, 2015

Oreo Goreng Versi1

Siang semuanya, biasanya jam segini saya suka bingung cari camilan (tapi meskipun suka ngemil, badan kok tetap kurus kering gini ya??). Salah satu camilan favorit saya adalah Oreo Goreng....!!! sudah pernah dengar? atau baru tau sekarang? hehe.. saja juga baru tau kalau oreo bisa digoreng, dan ternyata enak juga lho..(saya lupa jg lihat pertama kali diblog mana)...

Resep oreo goreng yang asli biasanya pake adonan campuran tepung, telur, susu, mentega cair, baking soda, gula dan garam  (bisa ditambah vanilla extract), tapi setelah saya bayangin (hihi lebay.com) jadinya agak kurang rapi dan belepotan. So saya ganti aja adonan aslinya dengan adonan choux pastry alias adonan kue sus. Adonan susnya tersedia dalam banyak referensi ya, teman2 bisa pakai yang mana aja. Kalau saya pake resep Sus Gorengnya mbak Nina (salah satu foodbloger favorit saya). Hanya saja jumlah telur saya kurangi supaya nggak terlalu lembek untuk membungkus. Resep Sus Goreng aslinya bisa klik di >>http://goo.gl/bcYSRS<<, yuk kita mulai buat

Oreo Goreng versi1


Tuesday, May 5, 2015

Hedgehog Slice

Begitu liat judul resepnya saya langsung garuk-garuk kepala, namanya Hedgehog slice yang artinya irisan landak. Saya langsung bayangin bentuk kuenya seperti binatang landak yang dipotong wkwkwkwk... Tapi ternyata saudara-saudara, jauh beda banget dengan bayangan saya. Bentuk kuenya si kotak biasa (yang diblog contekan saya ya hehehe..), tapi coklatnya bikin saya ngiler dan bertekad untuk mencoba secepatnya (ah.. lebay.com).
Setelah dicoba ternyata hasilnya lumanyunlah.. hehehe.., memang ada beberapa bahan yang saya ganti jadi mungkin nggak seenak aslinya. Yah karena menyesuaikan dengan bahan yang ada hihihi.. Kue ini bisa tahan cukup lama kok dalam kulkas, kurleb seminggu bisa, tapi kalau saya mah cuma tahan 2 hari :D maklum karena orang rumah semuanya termasuk tukang ngemil. Resep aslinya bisa dilihat di >http://goo.gl/KvmLyB< ya pemirsah. Nah kalo yang ini resep versi saya ^_^ :

Hedgehog Slice


Saturday, May 2, 2015

Kue Timphan Aceh

Resep ini saya coba karena mamakku dapat gililran sebagai tuan rumah arisan 3 minggu lagi. Beliau suka sekali dengan jajanan yang sederhana seperti nagasari, mendut (bugis), putu ayu, bikang, pukis dll. Tapi semua jajanan tadi sdh lumrah disajikan disetiap arisan bergilir yang beliau ikuti, jadi kali ini mamak pingin menyajikan sesuatu yang berbeda. Browsing punya browsing, akhirnya ketemulah resep yang satu ini, Kue Timphan (khas Aceh) dan tetep... dari salah satu foodblogger favoritku hehehe..(punyanya mb Hesti). Di blognya, mb Hesti bilang kue ini enak banget, dan dia sampai buat dalam berbagai macam versi, so saya jadi penasaran pingin nyobain. Nah versi yang pingin banget saya coba adalah versi ubi ungu, itu karna warna ungu hasilnya yang cantik hihihi..(versi lainnya pake pisang dan labu). Sekarang ini susah buanget cari ubi, tapi setelah keliling ke 4 pasar, akhirnya nemu juga ubi pas yang warna ungu, hore...(walaupun saya sudah beli labu juga buat jaga2 hehehe..). Sayangnya di 4 pasar tadi sama sekali nggak ada yg jual nangka matang yg biasa dijual bijian, tp ya sutralah, untuk aroma saya ganti dengan daun panda aja. Pagi sebelum pulkam saya berburu daun pisang yg masih bergulung (karena kue ini pake daun pisang muda), tapi kalau teman-teman susah nyarinya, daun pisang yg lebih tua juga ok ya, cuma jgn lupa dijemur dulu biar lemas. Pemakaian daun pisang muda lebih supaya mudah membungkus dan ketika matang kelihatan cantik. Kalau pakai daun yg lebih tua jadi mirip nagasari dong.. Ya sudah, tanpa babibu lagi langsung aja cekidot resepnya dibawah ini ya..

Kue Timphan



Friday, May 1, 2015

Cinnamon Roll with no Knead Bread

Siapa sih yang nggak suka roti? Pasti semua suka ya. Tapi belum tentu semua orang bisa buatnya. Bagi yang sudah pernah dengar atau yang sudah pernah mengenal atau yang sudah mempraktekkan cara membuat roti cara manual (bukan dengan bread maker ya), keluhan yang paling utama adalah proses menguleni adonannya. Adonan roti (termasuk juga adonan donat) memang perlu diuleni sampai benar-benar kalis sehingga roti jadi empuk jika sudah matang. Tanda adonan roti sudah kalis adalah jika ditarik adonan tidak mudah putus, dan untuk mencapai taraf ini, pengulenan yang harus dilakukan standartnya 30 menit. Pasti kebayang kan bagaimana gempornya?? hehehe... Itu adalah alasan utama saya kenapa jarang banget buat roti.

Tapi beberapa waktu yang lalu ketika saya hunting resep di inet, ternyata nemu resep yang (begitu liat judulnya aja) membuat saya terbelalak (sumpe sampe tumpe tumpe deh hehehe..). Judulnya "No Knead Bread", artinya roti tanpa diuleni, bener2 dah this is what I've been looking for (walaupun sebenarnya nggak pernah niat nyari sih hihihi..). Baca punya baca, ternyata bahannya sama dengan bahan membuat roti biasa, cuma prosesnya aja yang beda.  Resep ini saya temukan di blognya mb Nina, bagi yang mau liat versi aslinya, monggo bisa kunjungi >> http://goo.gl/Dn2jy2<<. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat adonan rotinya sekitar 1 jam, tapi yang bikin lama adalah proses menunggu fermentasinya yang memerlukan waktu 3x20menit (Jadi bunda bisa melakukan aktifitas lain sembari nunggu), kemudian adonan harus didiamkan semalaman di kulkas (tapi mau langsung diproses juga bisa ya).  Adonan roti ini bisa dikreasikan menjadi berbagai macam roti sesuai selera, misalnya roti sobek, roti isi, roti sisir, atau kreasi roti lainnya. Kali ini saya mau buat cinnamon roll karna sudah lama banget nggak makan roti ini, perpaduan rasa kayumanis, gula dan kismisnya selalu buat saya ketagihan ^_^. Oke deh, saya sepertinya sudah kebanyakan nulis, ya sutralah kita langsung aja ke resepnya yuk..

Cinnamon Roll With no Knead Bread

(Roti gulung kayu manis)

Cinnamon Roll With no Knead Bread

Bahan : 

  • 120 ml susu 
  • 100 ml air 
  • 40 gr gula pasir halus (bisa diblender dulu) 
  • 4 gr garam halus 
  • 6 gr ragi instan 
  • 260 gr tepung terigu protein tinggi 
  • 40 gr tepung terigu protein sedang 
  • 30 gr mentega cair

Tuesday, April 28, 2015

Olieballen

Kalau bunda pingin camilan yang bisa ready dalam waktu 20 menit, coba aja resep yang ini, namanya Oliebollen. Dari namanya mungkin sudah bisa ditebak ya kalau camilan yang satu ini merupakan camilan khas negara Belanda. Kalau di negerinya sono, Olieballen ini banyak banget dijajakan dipinggir jalan. Walaupun asalnya dari luar negeri tapi Olieballen gampang banget lho dibuat (seperti resep2 yang lain yang sudah pernah saya share hehehe...). Olieballen bisa dibilang roti yang digoreng ya, karena memang menggunakan tepung terigu protein tinggi (tepung untuk mi dan roti).

Nikmat banget kalau sajikan waktu masih hangat, fresh from penggorengan.. hihihi... Untuk menggoreng adonan Olieballen, bunda mesti pake metode deep frying ya alias pake minyak yang banyak. Biar irit minyak, saya nggorengnya pake panci kecil, maklum ibu-ibu mesti kreatif dong.. :D. Resepnya saya dapat dulu... (pake) banget :), bunda bisa lihat resep aslinya disini. Kalau masalah rasanya..???? jangan ditanya, so pasti enak dan empuk banget. Sudah nggak sabar untuk nyoba? langsung aja simak resep berikut..

Olieballen
(Roti goreng khas Belanda)




Olieballen

Bahan-bahan:
  • 300 gr tepung terigu protein tinggi
  • 1 sdt ragi instant
  • 30 gr gula pasir
  • 1/2 sdt baking powder (pastikan fresh dengan mengecek masa kadaluarsanya)
  • 1 butir telur
  • 200 ml susu cair
  • 30 gr margarin
  • 1 sdt garam
  • 100 gr fruit mix (saya hanya pake kismis)
  • 50 gr gula tepung untuk taburan
  • minyak padat untuk menggoreng
Cara membuat:
  1. Campur tepung terigu,ragi instant,gula pasir dan baking powder.Aduk rata.Tambahkan telur.Uleni rata.
  2. Tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai lembut.Masukkan margarin dan garam.Uleni rata.
  3. Tambahkan fruit mix.Uleni rata.Diamkan 30 menit.
  4. Sendokkan adonan dalam minyak padat yang di panaskan dengan api sedang.Goreng sampai matang.Angkat dan tiriskan.
  5. Masukkan gula tepung dalam kantong plastik.Masukkan olibalen.Kocok-kocok rata. Siap dihidangkan.
Catatan:
  • Bagi yang nggak punya timbangan, ngukur terigunya pake sendok makan bisa ya bunda, seperti yang sudah saya beritahu diresep sebelumnya, 1 sdm= kurleb 20gr, jadi silahkan konversi sendiri ya :)
  • Untuk takaran gulanya, silahkan disesuaikan dengan selera masing-masing
  • Untuk margarin kurleb 1 sdm lebih dikit hehehe..
Nggak perlu dibuat susah, coba dulu pasti ketagihan, so selamat mencoba bunda, happy cooking ^_^..

Saturday, April 11, 2015

LUMPIA APEL

Wew..(sambil mengusap keringat dikening), lumayan melelahkan hari ini, tapi tetep semangat untuk sharing resep2 lagi.. hihi... Kali ini judulnya masih seputar camilan (karna aku suka ngemil grin emoticon ) berupa olahan dari kulit lumpia (aku pake yang instan aja). Biasanya yang namanya lumpia itu kan gurih, nah kali ini aku buat yang versi manisnya. Isiannya aku pake buah apel, pake yang murah2 aja n nggak perlu import, aku beli 1/2 kilo cuma 10rb. Itupun bisa pake untuk 2x resep ya..
Seperti biasa resep ini hasil kunjunganku ke salah satu foodbloger favorit
ku yaitu mb Nina (sok kenal ya hehehe..), Resep kali ini nggak pake modifikasi, cm ganti jenis apel aja ya. Untuk resep aslinya boleh dilihat dihttp://goo.gl/VYFoJh. Nah sekarang langsung eksekusi aja, tara....
LUMPIA APEL
Bahan :
- 10-15 lembar kulit lumpia siap pakai
- 1 sdm tepung terigu yang dilarutkan dengan sedikit air (untuk perekat) - - minyak goreng secukupnya
Bahan Isian :
- 4 buah apel (aku pakai apel malang)
- 1 sdt air jeruk nipis
- 75 gr gula pasir
- 2 sdm gula palem
- 1 sdt kayu manis bubuk (atau sesuai selera)
- sejumput garam
- 1 sdm maizena / terigu
Cara Membuat :
- Kupas dan iris tipis apel, campurkan dengan air jeruk nipis. Aduk rata.
- Tambahkan gula pasir, gula palem, kayu manis bubuk dan garam. Aduk rata.
- Simpan dalam lemari es minimal selama 30 menit hingga apel berair.
- Keluarkan dari lemari es, taburi dengan maizena. Aduk rata.
- Panaskan apel beserta airnya dengan api kecil hingga mengental dan apel agak lunak. Aduk-aduk.
- Angkat dan dinginkan.
- Ambil selembar kulit lumpia siap pakai, letakkan bahan isian dan lipat seperti amplop sambil dipadatkan (atau bisa juga dilipat sesuai selera ya). Rekatkan ujungnya dengan terigu yang sudah dilarutkan dengan sedikit air. Lakukan hingga habis.
- Panaskan minyak, goreng lumpia dengan api sedang hingga coklat keemasan.
- Angkat dan tiriskan
So easy so simple kan?? dan di jamin deh, ini tipe camilan yang comotable, pake banget hehehe...
Cat:
Kalau nggak ada gula palem it's oke ya, boleh pake gula merah asal jgn terlalu banyak, atau mau pake gula pasir aja jg gpp ya, karna fungsi gula palem hanya memberi warna coklat. Untuk rasa manis disesuaikan aja, gula boleh dikurangi atau dilebihkan.
Ini dia penampakan pas aku bikin dirumah ortu (maklum sering pulkam hihihi..)


//--tambahan anti ctrl+p //--Eof