Showing posts with label jajanan tradisional. Show all posts
Showing posts with label jajanan tradisional. Show all posts

Wednesday, June 10, 2015

Serabi Pandan Kuah Kinca

Bismillahhirrhmanirrohim.. Assalamu'alaikum ^_^



Kue serabi merupakan salah satu kuliner yang sepertinya bisa kita jumpai diberbagai daerah, tentu dengan variasi masing-masing. Ada yang lebar dan tipis dengan pinggiran kering, ada yang tebal dengan dihiasi berbagai macam topping, ada yang kecil-kecil dan disantap dengan parutan kelapa dan gula merah kental, dan ada juga serabi yang disajikan dengan kuah kinca, seperti yang akan saya share resepnya berikut ini. Jika harus memilih, saya pribadi akan memilih serabi dengan parutan kelapa dan gula merah. Sayangnya saya hanya memiliki cetakan serabi dengan ukuran besar. Jadi daripada cetakan serabi tidak diberdayakan, akhirnya saya browsing untuk mencari resep serabi berkuah (saya kurang suka dengan serabi bertoping atau yang berpinggiran garing itu hihihi..).

Ada beberapa referensi resep serabi kuah kinca yang saya dapat, saya sempat bingung juga mau pake yang mana. Perbedaan yang paling dominan adalah diperpaduan tepungnya. Biasanya untuk membuat serabi, tepung yang digunakan adalah tepung beras yang dipadu dengan tepung terigu, maizena atau tepung sagu. Sedangkan sebagai cairannya, ada yang menggunakan santan, susu cair atau air biasa. Akhirnya pilihan saya jatuh pada resep yang menggunakan perpaduan tepung beras dan tepung terigu, sedangkan cairannya yang menggunakan santan. Untuk bahan pengembangnya, serabi pada umumnya menggunakan ragi atau baking powder atau paduan keduanya. Bunda bisa pilih salah satunya bila suka, saya sendiri lebih suka ragi ditambah dengan sedikit baking powder ^_^. Kali ini saya menggunakan pasta pandan sebagai pewarna (karena saya memang saya sangat menyukai warna hijau kalau masalah makanan), masalah ini saya kembalikan ke selera masing-masing.

Resep serabi yang satu ini (lihat resep aslinya disni http://goo.gl/suGxUE) merupakan salah satu resep favorit saya dan keluarga. Hasil serabinya sempurna dan lembut, plus dipadukan dengan kuah kincanya yang masih hangat. Tambahkan nangka dalam kuahnya, dan serabi kuah kinca anda akan semakin perfect. Resep serabi ini recomended banget untuk dijadikan salah satu menu buka puasa, dan dijamin keluarga pasti suka ^_^. Tertarik mencoba? berikut resepnya ya..


Bahan  Serabi :

  • 150 gr tepung terigu
  • 125 gr tepung beras
  • 1 btr telur
  • 550 ml santan
  • 1/2 sdt garam
  • 1sdt ferman
  • Pewarna hijau (jika suka)
  • 1/2 sdt baking powder
  • 3 sdm minyak goreng


Bahan Kuah :

  • 600ml santan
  • 75 gr gula merah
  • 75 gr gula putih
  • 2 lbr daun pandan
  • 1/2 sdt garam


Cara Membuat :

  1. Campur bahan serabi jadi satu kecuali garam dan minyak goreng.
  2. Istirahatkan 15 mnt.
  3. Masukkan garam dan minyak goreng.
  4. Masak di wajan/ cetakan serabi sampai bolong-bolong baru tutup. Masak sampai matang.
  5. Untuk Kuah : Masak semua bahan jadi satu. Kalau ingin kuah agak kental tambahkan larutan maizena sedikit (saya lebih suka kuah yang cair). Tambahkan potongan nangka jika ada.


Catatan:
Jangan terlalu lama mengistirahatkan adonan karena lubang-lubang pada serabi akan terlalu banyak ketika dibakar sehingga hasilnya kurang cantik

Maaf ya fotonya cuman atu hihihi.., yang penting enak kan?? Oke, selamat mencoba, semoga sukses dan happy baking ^_^

Monday, June 8, 2015

KUE LUMPUR KENTANG, Supper Yummy ^_^ !!!

Bismillahirrahmanirrohiim, Assalamu'alaikum..^_^

Kue lumpur merupakan jajanan pasar yang sangat populer, rasanya setiap penjual kue di pasar tradisional selalu menjajakan kue lumpur ya. Kue lumpur memang memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang yummy, sehingga tidak heran banyak kalangan yang menyukai kue tradisional yang satu ini. Termasuk keluarga saya yang selalu menyajikan kue lumpur ketika ada acara dirumah, bahkan kami selalu membawakan kue ini sebagai hantaran ketika para Bu de mengadakan acara, dan mereka tidak pernah bosan.



Membuat kue lumpur ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan dulu (sewaktu masih awam soal baking membaking hihi..). Memang beberapa referensi mengharuskan kita untuk mengocok adonan dengan mixer, tapi tenang saja, resep kue lumpur yang saya post kali ini tidak memerlukan peralatan listrik, cukup sediakan pengaduk (termasuk tangan anda juga bisa) sebagai alat untuk mencampur adonannya. Meskipun tidak memakai mixer, tapi kue lumpur yang satu ini tetap lembut dan rasanya akan membuat anda ketagihan hehehe... dijamin deh ^_^. Rahasia dari kelembutan kue lumpur ini terletak pada penggunaan kentang, tapi jika anda tidak suka kentang, anda bisa menggantinya dengan labu kuning dengan takaran yang sama. Tekstur adonan kue lumpur sebelum dipanggang memang encer ya, jadi jangan khawatir tentang masalah kebanyakan cairan. Kue lumpur pada umumnya berbentuk bulat dan tebal, karena itu disediakan khusus cetakan kue lumpur. Namun jika anda tidak memilkinya dirumah, gunakan saja cetakan yang ada misalnya cetakan kue pukis, cetakan serabi atau cetakan poffertjies juga bisa, but it'll make your mud cake a little bit weird hehehe...

Resep ini saya lihat dikumpulan catatan resep adik saya yang diperolehnya dengan menonton acara masak-memasak di televisi, dia sudah lupa juga acaranya judulnya apa jadi saya tidak bisa mencantumkan referensi seperti biasa. Dulu sebelum begitu kenal dengan internet, kami memang biasa mengumpulkan resep dari televisi, majalah atau pun koran-koran hehe.. maklum dulu masih jaman batu ^_^. Foto dari alkitab (dia memang menyebutnya demikian hihi..) adik saya, saya lampirkan juga dibawah. Memang disana tertulis dikocok dengan mixer, tapi dipraktiknya, kami hanya mengaduknya dengan tangan (karena lebih mudah untuk melembutkan kentangnya).



Sudah tidak sabar untuk mencoba? berikut resepnya ya..

Bahan:

  • 250 gr kentang kukus, haluskan.
  • 150 gr tepung terigu.
  • 150 gr gula pasir (tambahkan jika menurut anda kurang manis, tapi menurut saya sudah pas)
  • 25 gr susu bubuk.
  • 100 gr margarin, cairkan.
  • 300 ml susu cair (bisa dengan melarutkan 4 sdm susu bubuk dengan 300ml air)
  • 2 butir telur.
  • vanili bubuk (saya skip)
  • kismis secukupnya untuk hiasan (bisa ganti dengan kelapa muda atau diskip)


Cara membuat:


  1. Campur semua bahan kering (tepung, kentang, susu bubuk dan gula), aduk hingga tercampur rata.
  2. Tambahkan telur sekaligus dan aduk hingga rata.
  3. Masukkan susu cair dan aduk kembali hingga rata, pastikan gula larut dan kentang cukup halus.
  4. Terakhir masukkan margarin cair dan aduk kembali hingga rata.
  5. Siapkan cetakan kue lumpur, panaskan dengan api sedang lalu beri olesan sedikit margarin/buter.
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan (isi agak penuh), dan saat sudah setengan matang, hiasi dengan kismis/kelapa muda diatasnya, lalu panggang hingga matang.
  7. Keluarkan dari cetakan dan kue lumpur yang lezat pun siap dinikmati sebagai teman minum teh anda. Mmmm... so yummy!!! ^_^


Sunday, May 17, 2015

Onde Onde Tertawa

Saya suka banget dengan camilan yang satu ini, pertama kali nyoba pas kuliah di Malang. Satu mika kecil harganya cuma seribu doang jadi tiap hari deh belinya, plus warung yang jual juga sejalur dengan rute kos-kampus, jadi tambah sering deh hehehe... Dulu sih nggak kepikiran bikin-bikin kue, tapi dengan seiring waktu yang berjalan akhirnya pikiran jadi berubah :). Setelah balik ke kampung halaman jarang nemu lagi camilan ini, sampai suatu hari Mamak bawa pulang onde onde tertawa dari acara arisan dirumah budeku. Karena rasanya enak (meskipun agak beda dengan yang di Malang), saya langsung aja minta resep dan langsung nyoba. Tapi pemirsah (hehe..) ternyata onde-ondenya nggak bisa ngakak, walaupun kita udah belah manual, hadeh... apa salah dibahan ya? atau ada bahan yang kurang? tak taulah. Setelah itu jadi agak was was juga buat nyoba.

Setelah saya menikah dan mulai doyan masak dan baking-baking, akhirnya saya memberanikan diri untuk googling resep onde-onde tertawa. Ternyata resepnya bervariasi, dari bahan sampai tekniknya. Karena saya suka yang simple maka saya pilih aja yang paling gampang dan pilihan pun jatuh di resep onde-onde tertawa punyanya web Sajian Sedap. Dari resep asli tidak banyak yang saya rubah, hanya soda kue dan baking powder saya ganti dengan baking powder double acting. Penggunaan air gulanya saya sesuaikan dengan kekalisan adonan, jadi saya nggak ngukur berapa penggunaan air gulanya, tapi ukuran gula dan air (untuk membuat air gulanya) tetap sesuai resep.



Sunday, May 10, 2015

Kue Khamir

Saya seneng banget kalau salah satu kue saya jadi favorit baik oleh keluarga maupun teman, dan kue Khamir ini adalah salah satunya. Kue ini mudah dibuat, bahannya gampang dan rasanya tetep yummy meskipun adonannya diinapkan sampai 2 malam. Sesuai dengan namanya kue ini memang berasal dari Arab, tapi menjadi makanan khas daerah Pemalang. Bahan dasar utama dalam pembuatannya adalah tape singkong yang sangat mudah kita temui dimana-mana. Rasanya mirip dengan pancake ya, tapi ada sedikit rasa tape singkong. Paling nikmat kue ini disantap selagi hangat sambil ditemani secangkir teh atau kopi, hadeh... perfecto :) deh pokoknya.

Dalam proses pembuatannya, adonan perlu ditepuk-tepuk (dengan tangan) agar udaranya yang terperangkap bisa keluar. Adonan biasanya diinapkan semalaman agar menjadi lebih lembut, tapi kami pernah membiarkan sisa adonan diinapkan semalam lagi (jadi 2 malam), dan hasilnya tambah lembut. So jangan khawatir jika bunda buatnya kebanyakan dan adonan bersisa, tutup saja dengan plastic wrap, lap bersih atau tutup apapun dan simpan sisa adonan dalam kulkas untuk dicetak lagi keesokan harinya. Karena adonan perlu diinapkan semalaman, maka biasanya adonan disiapkan pada malam harinya, dan pagi-pagi nggak perlu terlalu repot buat nyiapin sarapan untuk keluarga. Resepnya saya contek dari foodblog andalan saya, dan bunda bisa cek resep aslinya disini >>http://goo.gl/obFOTr<<. Resepnya sama, saya hanya skip penggunaan pisang, jika suka silahkan ditambahkan ya. Yuk kita mulai buat kue khamir ^_^

Saturday, May 2, 2015

Kue Timphan Aceh

Resep ini saya coba karena mamakku dapat gililran sebagai tuan rumah arisan 3 minggu lagi. Beliau suka sekali dengan jajanan yang sederhana seperti nagasari, mendut (bugis), putu ayu, bikang, pukis dll. Tapi semua jajanan tadi sdh lumrah disajikan disetiap arisan bergilir yang beliau ikuti, jadi kali ini mamak pingin menyajikan sesuatu yang berbeda. Browsing punya browsing, akhirnya ketemulah resep yang satu ini, Kue Timphan (khas Aceh) dan tetep... dari salah satu foodblogger favoritku hehehe..(punyanya mb Hesti). Di blognya, mb Hesti bilang kue ini enak banget, dan dia sampai buat dalam berbagai macam versi, so saya jadi penasaran pingin nyobain. Nah versi yang pingin banget saya coba adalah versi ubi ungu, itu karna warna ungu hasilnya yang cantik hihihi..(versi lainnya pake pisang dan labu). Sekarang ini susah buanget cari ubi, tapi setelah keliling ke 4 pasar, akhirnya nemu juga ubi pas yang warna ungu, hore...(walaupun saya sudah beli labu juga buat jaga2 hehehe..). Sayangnya di 4 pasar tadi sama sekali nggak ada yg jual nangka matang yg biasa dijual bijian, tp ya sutralah, untuk aroma saya ganti dengan daun panda aja. Pagi sebelum pulkam saya berburu daun pisang yg masih bergulung (karena kue ini pake daun pisang muda), tapi kalau teman-teman susah nyarinya, daun pisang yg lebih tua juga ok ya, cuma jgn lupa dijemur dulu biar lemas. Pemakaian daun pisang muda lebih supaya mudah membungkus dan ketika matang kelihatan cantik. Kalau pakai daun yg lebih tua jadi mirip nagasari dong.. Ya sudah, tanpa babibu lagi langsung aja cekidot resepnya dibawah ini ya..

Kue Timphan



//--tambahan anti ctrl+p //--Eof